Sidrap Libatkan Pengembang Atasi Stunting

Walaupun ada usulan menggunakan septic tank konvensional dibanding yang dibangun sendiri, Rahman menyarankan para pengembang lebih menggunakan tanki septik yang fabrikasi dan sesuai SNI. “Selain lebih efektif tidak banyak butuh waktu membangunnya, bisa lebih menjamin bakteri e-colli tidak tersebar kemana-mana,” ujarnya.

Para peserta workhop juga berdiskusi mengenai perbandingan harga antara yang konvensional dibangun sendiri dan yang pabrikan. Ternyata bedanya juga tidak terlalu banyak. Membangun septic tank yang tidak aman dengan memakai susunan cincin semen membutuhkan biaya 1 sampai 1,5 juta sedangkan harga septic tank yang kedap air sesuai SNI sekitar 2 juta sampai 2,5 juta.

“Walaupun lebih mahal sedikit, tapi bisa menjamin anak-anak tumbuh lebih sehat dan bisa terhindar dari stunting. Bahkan branding sanitasi aman ini bisa digunakan sebagai alat mempromosikan perumahannya agar lebih cepat laku,” ujar Wildan

baca juga : Tim Teknis Dinas PU Makassar dan PPTK Sanitasi Kunjungi Lokasi IPAL Komunal di Mariso

Workshop dihadiri oleh 31 peserta dari perwakilan semua group pengembang yang tergabung dalam forum pengembang Sidrap dan Pinrang, perbankan, Bappelitbangda Sidrap, dinas Biciptaptera, dinas Lingkungan Hidup Sidrap, dan dinas Bimacipta Pinrang dan dilakukan selama dua hari. Pada hari kedua tanggal 16 Agustus, peserta langsung langsung meninjau perumahan PT Maiko Batara Villa yang baru memperkenalkan septic tank yang sudah sesuai standar SNI, dan ke IPLT (Instalasi Pengohan Lumpur Tinja) Sidrap.

Tujuan kunjungan ke lapangan ini agar para pengembang mendapatkan pengalaman kontekstual penyelenggaraan sanitasi aman yang dimulai dari subsistem setempat (kakus) aman di rumah tangga hingga subsistem akhir pengolahan di IPLT.