“Saya berharap dengan adanya program Modal Usaha UMKM dari ACT ini, kita bisa bersama bersinergi dalam memajukan UMKM Lokal dan mencetak wirausaha mikro yang unggul di Sulawesi Selatan terutama di Kota Makassar ini”. ucapnya
Berdasarkan hasil survei Bank Indonesia, 87,5 persen UMKM terdampak pandemi Covid-19, dari jumlah tersebut sebesar 93,2 persen di antaranya negatif di sisi penjualan. Untuk itu, tambah Syahrul, butuh langkah konkret agar UMKM kembali bangkit dan pelakunya bisa diselamatkan dari jurang kemiskinan, bahkan melahirkan kedermawanan baru lagi.
“Wakaf modal usaha untuk UMKM merupakan salah satu cara dalam membantu pelaku usaha kecil dan mikro agar kembali bangkit. Adanya modal yang bersumber dari kedermawanan masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha,” jelas Syahrul.
Salah satu penerima Wakaf UMKM dari Global Wakaf-ACT, Nuraida mengungkapkan, usaha katering miliknya kini sepi. Kantor tempat ia berjualan memberlakukan pembatasan jumlah karyawan yang masuk kantor. Jumlah karyawan yang sedikit berdampak pada jumlah pelanggan yang makan di tempat Nur.
baca juga : Berhasil Garap Bawang Merah di Enrekang, Investor GEMRI.ID Tunaikan Zakat Pertanian Melalui Global Zakat ACT
“Modal habis dipakai untuk bertahan selama ini. Pengeluaran terus ada dan tidak berkurang, sementara pemasukan sedikit. Akhirnya tutup (usahanya). Sekarang ada modal baru ini bakal saya gunakan untuk membuka warung makan di rumah,” kata Nur.
Selain Nur, akan ada total seribu pelaku UMKM yang akan mendapatkan dukungan dari Global Wakaf-ACT bersama Pemprov Sulsel. Dalam implementasi program ini, Global Wakaf-ACT akan bekerjasama dengan Pemprov, sehingga segera tercapai target tersebut. (*)

