TAKALAR, KORANMAKASSAR.COM — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Pejuang Keadilan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar, Senin (19/01/2025).
Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak aparat penegak hukum segera mengusut dugaan tindak pidana korupsi pada program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Takalar.
Dalam aksinya, massa sempat menutup sementara ruas jalan di depan Kantor Kejari Takalar serta membakar ban bekas sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan dugaan penyimpangan anggaran program RTLH yang nilainya mencapai Rp4,4 miliar.
Baca Juga: Video Viral Kekerasan di Takalar, Pria Dilaporkan Aniaya Mantan Istri dan Banting Anak Balita
Koordinator aksi, Muhammad Waliyullah, menegaskan adanya dugaan kuat praktik korupsi dalam pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, indikasi penyimpangan terlihat dari penggunaan material bangunan yang diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
“Kami menduga kuat adanya tindak pidana korupsi karena material yang digunakan di lapangan tidak sesuai dengan RAB. Hal ini merugikan masyarakat penerima bantuan dan berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah,” tegas Muhammad Waliyullah dalam orasinya.
Para mahasiswa menilai program RTLH yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu tidak dilaksanakan secara maksimal. Kualitas bangunan yang dinilai rendah diduga menjadi bukti adanya pemangkasan anggaran demi kepentingan tertentu.
Baca Juga : Korwil SPPG Takalar Berikan Klarifikasi Terkait Pemotongan Gaji Relawan
Dalam tuntutannya, massa aksi meminta Kejaksaan Negeri Takalar bersikap profesional dan transparan serta segera memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan atas dugaan penyimpangan kualitas dan RAB program RTLH Tahun Anggaran 2025.
Massa aksi juga mengancam akan kembali menggelar unjuk rasa dengan jumlah peserta yang lebih besar apabila tuntutan tersebut tidak segera ditindaklanjuti.
Aksi unjuk rasa berlangsung dengan pengamanan aparat kepolisian dan berakhir dengan tertib, meski sempat menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di sekitar lokasi. (*)

