MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Pasokan air bersih sebagian tidak mengalir di bagian utara Kota Makassar membuat warga resah sehingga menggelar ritual bakar lilin didepan meteran air milik PDAM Kota Makassar
Hal itu terungkap dari video berdurasi 27 detik yang beredar di Sosial Media (Sosmed), daam video itu seorang wanita yang menggunakan daster memegang lilin merah sambil memutar-mutarkan lilin tersebut diatas meteran air sambil membaca jampi-jampi
Informasi yang diterima, peristiwa dalam video itu terjadi di Jalan Galangan Kapal, Lorong Permandian 2, Kelurahan Kaluku Bodoa RT 011 RW 005, Kecamatan Tallo, Kota Makassar
Menurut salah seorang warga bernama Nurbaya (31) yang terkena dampak mengatakan, pasokan air dari PDAM sudah terjadi di wilayahnya sejak 6 bulan lalu.

“Kondisi air di daerah sini susah sekali, sudah 6 bulan yang lalu tidak ada air bersih masuk, memang ada bantuan tapi kita setengah mati juga kalau kehabisan, harus menunggu lama, baru datang. Aktivitas kita juga terganggu, karena mau keluar kita tunggu lagi”, ungkapnya.
Lanjut Nurbaya, sebenarnya warga ingin membuat sumur bor untuk memenuhi kebutuhan airnya sehari-hari. Tapi air di wilayahnya asin dan berbau.
“Kita juga (warga) mau masing-masing galih sumur bor di setiap rumah, tapi tidak bisa juga karena kalau sudah sampai kedalam 7 meter airnya sudah asin, kalau di atas 7 meter airnya keruh dan bau,” kata Nurbaya, saat dikonfirmasi koranmakassar.com, Jumat (16/6/2023) siang kemarin.
baca juga : UPT BLUD PAL Dinas PU Makassar Sepakat Bersama PDAM Kelola Air Limbah Domestik
Warga Jalan Galangan Kapal ini terpaksa membeli air dengan harga Rp 1.000 per jeriken 5 liter. Itupun harus diangkat menggunakan gerobak sejauh 300 meter dari rumahnya.
“Tiap hari butuh air 1 drum atau 120 liter, itu kita beli Rp 1.000 per jeriken, belum dipakai mencuci, itu baru dipakai mandi,” tandasnya.
Nurbaya juga meminta tolong, agar air bersih karena bukan cuman tahun ini terjadi tapi sudah berapa tahun terjadi seperti ini.
“Kami juga sudah lapor ke pihak PDAM terkait keluhan kami tapi belum direspons, bahkan sempat di telpon kalau sudah normal air tapi ini sudah 3 malam begadang tidak ada sama sekali air yang keluar, tidak ada juga upayanya periksa kendala apa yang terjadi, kenapa air tidak mengalir,” tutupnya. (Firman Dhanie)

