“Deputi saya, Bu Nani, akan ke Abu Dhabi dan saya minta juga lobi di Eropa untuk bantu investasi. Karena investasinya sangat besar. Kalo 600rb Ha kira-kira hampir Rp16T, dengan angka yang besar dampaknya juga akan besar, makanya kita jangan kerja tanggung-tanggung,” jelas Menko Luhut.
Menko Luhut kemudian menceritakan kekagetan Abu Dhabi yang hanya memiliki satu spesies mangrove terhadap Indonesia yang memiliki 126 spesies mangrove.

Terkait dengan penanaman mangrove, dari hasil Rapat Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Mangrove yang dilaksanakan pada awal Otober lalu, telah disepakati usulan program PEN tahun 2021 dari KLHK dalam bentuk kegiatan penanaman mangrove seluas 46.758 Ha di 34 provinsi dan KKP seluas 1.522,91 Ha.
Pada rapat koordinasi tersebut dijelaskan pula alasan pemilihan Kabupaten Brebes sebagai lokasi penanaman telah mempertimbangkan faktor pasang surut air laut, fasilitas pengelolaan, serta faktor teknis terkait lainnya.
baca juga : Menko Marvest Luhut Minta Para Kepala Daerah Mencontoh Gubernur Sulsel
Berdasarkan data yang dipaparkan pada rapat koordinasi pengelolaan ekosistem mangrove tersebut, diketahui bahwa lokasi Pulau Cemara telah menjadi fokus penanaman mangrove. Di antaranya penanaman oleh Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) pada tahun 2019, dan penanaman oleh KKP pada September 2020.
“Karena itu saya mohon agar bapak/ibu dukung program mangrove ini. Mari kita kompak, mari kita saling mendukung untuk membuat Indonesia lebih bagus lagi ke depan,” harap Menko Luhut.

