Terlepas dari semua itu, lanjut Ketua Dewan Pendidikan Makassar itu mengatakan jika diadakannya maulid ini dapat mempererat silatirahmi, berkumpul, saling memberikan nasehat dan saling berbagi pengalaman.
“Jadi sekali lagi, terlepas dari semua perdebatan, kegiatan ini positif. Andai hari ini tidak ada peringatan maulid, maka tidak mungkin ada pertemuan, yang mempertemukan keluarga besar dari berbagai wilayah di Makassar,”paparnya.
Rudianto Lallo juga mengapresiasi keluarga besar Baso Daeng Makkulle yang masih menjaga tradisi leluhurnya, mempertahankan apa yang menjadi ciri khas masyarakat Makassar yang menjaga kearifan lokal.
baca juga : Sekwan DPRD Makassar Suguhkan Inovasi Erota di Pameran Proper PKN II Angkatan X LAN
“Respek saya dengan keluarga besar Baso Daeng Makkulle atau keluarga besar Karampuang. Disini masih menjaga tradisi, penamaan anak cucunya masih mempertahankan nama paddaengan. Itu merupakan ciri khas,”ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kerukunan Baso Daeng Makkulle, Basri Daeng Kulle memnyampaikan peringatan milad keluarga besar merupakan yang kelima, peringatan ini dilakukan secara bergiliran yang dirangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap 16 Oktober.
Hadir juga dalam kegiatan ini raja gowa ke -38 Andi Kumala Idjo Dg. Sila Karaeng Lembang Parang. (*)

