Pengamat : Kubu ADAMA Beri Pendidikan Politik yang Baik bagi Publik

KORANMAKASSAR.COM — Partai NasDem dan Gerindra menjadi yang terdepan dalam mengambil sikap terkait bakal calon jagoan untuk bertarung pada Pilwalkot 2020. Mengusung ADAMA, Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi.

Hal ini, dari sisi pengamat, dinilai sebagai pendidikan politik yang baik untuk publik. Rekomendasi dari NasDem dan Gerindra menggambarkan sekaligus menegaskan komitmen dukungan untuk bakal calon yang akan bertarung, tanpa embel-embel yang berliku-liku, yang menguras waktu dan energi.

“Itulah yang seharusnya, memberikan pendidikan politik kepada khalayak,” ucap pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Ibnu Hadjar Yusuf, melalui sambungan telepon, Jumat (17/7/2020).

Nyatanya, memang benar bahwa saat partai lain masih tarik ulur soal usungan, NasDem dan Gerindra sudah memantapkan pilihan untuk ADAMA. “Ketidakpastian (dukungan partai) ini, kan, yang mendera elite politik sebagian, tidak jarang terjadi ‘kutu loncat’,” imbuh Ketua PB HMI periode 2010-2012 ini.

Sebaliknya, bagi kubu ADAMA, kepastian rekomendasi NasDem dan Gerindra membuat upaya pemenangan bisa dengan segera mengalihkan perhatian untuk langkah selanjutnya. Kini bisa fokus menggalang dukungan sebanyak-banyaknya.

baca juga : Segel SK Gerindra, Langkah Pertama ADAMA Dinilai Sangat Apik

“Kepastian dukungan partai memberikan peluang besar bagi Pak Danny dan Bu Fatma, semua timnya. Memberi waktu lebih banyak persiapan,” kata Ibnu.

Ibnu menegaskan bahwa kecekatan NasDem dan Gerindra memutuskan pilihan adalah langkah tepat. “Jadi, sekali lagi, ini adalah starting yang baik bagi ADAMA. Akan menjadi magnet besar di akar rumput hingga elite,” imbuhnya.

ADAMA kini sudah punya modal 11 kursi, yakni 6 dari NasDem dan 5 lainnya milik Gerindra. Jumlah itu sudah cukup untuk mendaftar di KPU Makassar sebagai kandidat resmi pada 4-6 September nanti. (*)