Ketiga, menjaga diri dan keluarga. Panggilan nurani yang berkomitmen menjaga NKRI harus dibarengi dengan tidak melupakan keluarga”, jelasnya.
“Saya mengapresiasi kegiatan seperti ini. Karena Banser Ansor bekerja untuk ketenteraman masyarakat dalam hidup berbangsa dan bernegara. Komitmen kebangsaan luar biasa dari kader Banser Ansor tidak perlu diragukan”, jelasnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Maros KH Ibnu Hajar dalam sambutannya mengharapkan kader NU di Kabupaten Maros berbangga dengan cara menghidupkan kaderisasi sampai di PAC dan Ranting.
“Kita di daerah harus melakukan kerja-kerja organisasi. Alhamdulillah, setiap kegiatan NU dan Banom-nya di Kabupaten Maros didukung oleh Pemda Maros”, kata KH Ibnu Hajar.
baca juga : PAC GP Ansor Sambangi KUA Tanralili Maros
“Mari terus bergerak, supaya NU semakin nampak dan diperhitungkan. Kita sudah bangkit dan kami dari Pengurus Cabang NU Maros akan bergerak membentuk Majelis Wakil Cabang (MWC) di seluruh kecamatan di Kabupaten Maros”.
Selanjutnya, sambutan PW GP Ansor Provinsi Sulsel yang diwakili Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi dan Pengembangan Organisasi Bakri, memotivasi kader dan calon kader Ansor. Kepada 50 calon kader Banser, Bakri berpesan untuk sungguh-sungguh menjadi kader yang menjaga paham Aswaja An-Nahdliyah. Karena menurutnya, Kader Banser dan Ansor merupakan garda terdepan untuk menjaga paham Aswaja An-Nahdliyah di Indonesia.
Menutup sambutan dalam acara pembukaan Diklatsar Banser Ansor Maros, Kabag Kesra yang mewakili Bupati Maros mengapresiasi kegiatan kaderisasi yang dilakukan PC GP Ansor Kabupaten Maros. Menurutnya, kegiatan ini membantu menyokong salah satu visi religiusitas yang diusung Pemerintah Daerah Kabupaten Maros. (*)

