oleh

Wabup Gowa Harap Operasi Ketupat Mampu Tekan Klaster Baru Covid-19

Sementara itu, Kapolres Gowa, AKBP Budi Susanto menyebutkan sekitar 200 lebih personal gabungan akan diturunkan pada Operasi Ketupat. Personel gabungan ini akan ditempatkan di pos penyekatan dan pos pengamanan yang sudah di bentuk.

“Jadi pelaksanaan di pos sekat yang ada antara perbatasan ini kita selain memutar balikkan jika ada pemudik yang ingin masuk ke Kabupaten Gowa ini kita juga memberlakukan swab antigen kepada yang bersangkutan dan kita melakukan kegiatan karantina selama 14 hari,” ujarnya.

Selain pos sekat di perbatasan Kabupaten Gowa dan Sinjai sejumlah pos pengamanan juga akan ditempatkan di beberapa titik yang berpotensi terjadinya kerumunan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan yang akan mengakibatkan penularan Covid-19.

baca juga : Guru Paud Gowa Dituntut Siapkan Pola Belajar Menarik di Tengah Pembelajaran Daring

“Untuk Makassar, Maros, Gowa, Takalar satu rayon. Hanya saja rayonisasi ini bukan berarti bebas begitu saja akan tetapi ada pos-pos pengamanan di tempat strategis. Kemudian kita juga akan melakukan patroli rutin gabungan ke setiap tempat berpotensi terjadinya kerumunan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, AKBP Budi Susanto juga menambahkan petugas gabungan juga akan melakukan pengawasan terhadap tempat-tempat wisata di Kabupaten Gowa.

“Sesuai dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Gowa bersama Forkopimda, sudah membuat surat edaran untuk tempat-tempat wisata ini kita bisa menerapkan protokol kesehatan yang ada, misalnya batas pengunjung hanya 50 persen harus dipatuhi,” tambahnya.

Apel Operasi Ketupat ini turut dihadiri Dandim 1409 Gowa, Letkol Arh Muhammad Suaib dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Hj. Adliah.

Humas Gowa